Mon, 06 Sep 2010
English French German Italian
FTM Front Desk

   Statistik Situs
  Visitors : 155748 visitors
  Hits : 11296 hits
  Month : 3118 users
  Today : 126 users
  Online : 6 users
BACA ARTIKEL


MISTERI KELIMUTU: DANAU KEMBAR TIGA DENGAN WARNA AIR BERBEDA-BEDA

Sari B. Kusumayudha*, Heru Sigit Purwanto*

Kelimutu merupakan obyek wisata andalan di Pulau Flores, provinsi Nusa Tenggara Timur, berada di wilayah Kabupaten Ende. Tempat ini dapat dijangkau dari kota Maumere dalam waktu 4 jam, melalui perjalanan darat yang berlika-liku dan naik-turun. Di sana terdapat tiga buah danau dengan air yang berbeda warna, masing-masing coklat, biru toska, dan hitam-kehijauan. Di antara ketiga danau, dibangun sebuah tugu. Di bawah tugu inilah para wisatawan dengan leluasa dapat menikmati keindahan warna air dan panorama di sekitar danau-danau tersebut.

Danau Tiwu Ata Mbupu, berada di sebelah barat tugu, luasnya 4,5 Ha, dengan kedalaman air 67 m. Airnya berwarna hitam-kehijauan. Tiga puluh tahun yang silam, air danau ini berwarna putih susu. Berdasarkan informasi yang tertera di papan, secara vulkanik danau ini termasuk klasifikasi kurang aktif. Danau Tiwu Nuamuri Koofai, di sebelah selatan tugu, luasnya 5,5 Ha, kedalaman air 127 m, airnya berwarna hijau/biru toska, klasifikasinya sangat aktif. Di sekitar danau ini, bau belerang masih cukup tajam. Danau Tiwu Ata Polo, luas 4 Ha, kedalaman air 64 m, berwarna coklat, klasifikasi vulkanik aktif. Bau belerang masih dapat tercium di dekat danau ini.

Tiwu Ata Polo berarti Danau Tukang Tenung. Menurut kepercayaan masyarakat Liu, danau ini merupakan tempat bermukimnya arwah para penjahat atau tukang tenung. Pada tahun 1929, ketika danau ini ”diketemukan” pertama kali oleh Belanda, air danau berwarna merah. Pada tahun 1950 warna air danau menjadi merah darah, dan sejak tahun 2002 berubah coklat pekat seperti silver queen. Ada yang mengatakan bahwa warna air danau seperti coca cola. Letak Tiwu Ata Polo sangat berdekatan dengan Tiwu Nuamuri Koofai. Antara keduanya hanya dibatasi oleh dinding kawah setebal antara 15 – 20 meter saja.

Hingga saat ini masyarakat setempat percaya, bahwa semua orang yang meninggal dunia, arwahnya akan hijrah dari kampung-halamannya menuju Kelimutu, untuk menetap di sana selama-lamanya. Sebelum sang arwah menempati salah satu dari ketiga danau yang ada di Kelimutu, ia terlebih dahulu harus menghadap Konde Ratu sang penjaga gerbang yang terletak di Perekonde. Di danau mana nantinya si arwah tinggal, sangat tergantung pada usia dan perilakunya ketika masih hidup.

Menurut masyarakat, ketiga danau yang airnya seperti dicat ini, acap kali berubah warna tanpa tanda-tanda awal. Komposisi kandungan mineral air danau menyebabkan warna berubah secara tidak terprediksi. Perubahan warna air danau dan perubahan cuaca biasanya mempengaruhi pula suasana di sekitar Kelimutu. Bagi masyarakat lokal, Kelimutu merupakan tempat yang sakral. Oleh karena itu, masyarakat dan para wisatawan pada saat berkunjung diharapkan dapat menghormati tempat ini dengan cara bersikap santun, menjaga kebersihan, tidak merusak, dan tidak melanggar larangan-larangan yang telah digariskan.

Geologi

Fenomena tiga danau dengan tiga warna berbeda merupakan misteri geologi tersendiri. Ditilik dari morfologi dan litologi di sekitarnya, Kelimutu dahulu merupakan lingkungan gunungapi aktif dengan danau kawah sebagai pusat erupsi. Melihat kawahnya yang berbentuk corong, endapan vulkanik di sekitar danau yang berupa endapan piroklastik jatuhan, antara lain abu dan debu vulkanik, tufa lapili, dan aglomerat, maka dapat dipastikan bahwa sifat erupsi Gunung Kelimutu adalah eksplosif.

Selama menjalani evolusi vulkanik, pusat erupsi Gunung Kelimutu purba berpindah-pindah. Pada awalnya pusat erupsi Gunung Kelimutu diduga berada di kawah Tiwu Ata Mbupu. Hal ini ditengarai dari lebih lebatnya tumbuh-tumbuhan di sekitar kawah, dibandingkan dengan kedua kawah lainnya. Di dekat tempat ini tidak tercium lagi bau belerang. Kemudian pusat erupsi berpindah ke kawah Tiwu Ata Polo, yang menyebabkan Tiwu Ata Mbupu menjadi tidak aktif lagi. Pusat erupsi paling muda adalah Tiwu Nuamuri Koofai. Kerapatan vegetasi di sekitar kedua kawah tersebut terakhir, relatif jarang. Meskipun danau kawah Tiwu Ata Polo dan Tiwu Nuamuri Koofai tidak menunjukkan tanda-tanda aktivitas vulkanik, diperkirakan sewaktu-waktu masih dapat aktif kembali.

Fenomena alam yang perlu disingkap di Kelimutu adalah mengapa hanya dalam jarak begitu dekat, warna air ketiga danau berbeda sangat jauh. Keanehan yang lain adalah bahwa warna danau telah beberapa kali mengalami perubahan. Warna danau yang berbeda dan berubah diduga dipengaruhi oleh kandungan mineral dan proses geokimia yang berlangsung di dalam danau kawah. Warna hitam dapat disebabkan oleh banyaknya mineral-mineral pirit atau hematit, warna coklat boleh jadi karena kandungan limonit, dan warna toska mungkin disebabkan oleh banyaknya zeolit (?). Sayangnya hingga saat ini belum pernah dilakukan penelitian secara khusus, sehingga Kelimutu masih merupakan misteri yang belum terkuak.

Prospek Wisata

Keindahan alam Kelimutu sebenarnya sangat menakjubkan, Disayangkan pengelolaan masih kurang professional. Alangkah lebih baiknya bila tempat wisata alam ini dilengkapi dengan prasarana-sarana umum seperti gardu pandang, kamar kecil, tempat istirahat, warung makan, penjualan cindera mata dan lain-lain yang hingga saat ini belum ada. Akses dari Maumere dan Ende perlu diperbaiki. Kualitas jalan raya, penginapan, dan rumah makan perlu ditingkatkan, sehingga Kelimutu akan menjadi tempat kunjungan wisata yang dapat disejajarkan dengan Kompleks Gunung Bromo di Jawa Timur.

Penulis dengan latar belakang Tiwu Nuamuri Koofai dan Tiwu Ata Polo

*) Penulis adalah staf pengajar Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknologi Mineral UPN ”Veteran” Yogyakarta html> New Page 1

Jajak Pendapat
Apakah lingkungan di sekitar UPN mendukung dalam proses belajar?

Sangat Mendukung
Mendukung
Cukup
Biasa saja
Tidak Mendukung

Link Terbaru
Petrolab.atspace.com
[Added: 11-Mar-2009]
iageoupn@yahoogroups.com
[Added: 09-Nov-2008]
iageoupn.com
[Added: 09-Nov-2008]
HMJ Perminyakan
[Added: 09-Apr-2008]
HMJ Perminyakan
[Added: 09-Apr-2008]
Website FTM-UPN
[Added: 05-Jul-2006]
CBIS
[Added: 05-Jul-2006]
yahoo!
[Added: 01-Apr-2005]
google
[Added: 01-Apr-2005]
» Browse link
Artikel Terakhir
LIMA MAHASISWA FTM IKUTI WORLD GEOTHERMAL CONGRESS 2010
LIMA MAHASISWA FTM IKUTI WORLD GEOTHERMAL CONGRESS 2010
KEGIATAN TEKNIK PERMINYAKAN
PENGHARGAAN BUAT MAHASISWA FTM
SEMINAR SEHARI
Iklan Layanan Mhs