Statistik Situs |
Visitors : 156070 visitors
Hits : 12888 hits
Month : 3091 users
Today : 91 users
Online : 7
users | |
Tenaga Pengajar Geologi
New Page 1
Profil : Prof.Dr.Ir. Sari Bahagiarti K,MSc.
Beliau
dilahirkan di
Semarang pada tanggal 19 Desember 1956. Lulus sarjana Jurusan Teknik Geologi
UPN “Veteran” Yogyakarta pada tahun 1981, mendapatkan gelar Msc. Engineering
Geology di Asian Institute of Technology (AIT), Bangkok Thailand pada tahun
1993, dan menjadi doctor di bidang hidrogeologi dari ITB pada tahun 2000.
Diangkat menjadi Guru Besar berdasarkan SK Mendiknas RI Nomor:
49768?A4.5/KP/2007, terhitung mulai tanggal 1 Oktober 2007.
SBK menikah pada tahun 1982
dengan Oka Kusumayudha, seorang wartawan yang saat ini mengelola JogjaTV. Dari
perkawinannya mereka dikaruniai 3 orang anak, masing-masing bernama Bagus.
Kresna Citrabuwana, Bagus Alit Arya Yudhistira, dan Ayu Narwastu Ciptahening.
Karir akademik SBK dimulai dari
tahun 1984 ketika pertama kali menjadi dosen tetap pada Jurusan Teknik Geologi
UPN “Veteran” Yogyakarta. Pada tahun 1993 - 1996 ia diangkat menjadi Sekretaris
Jurusan Teknik Geologi, tahun 2001 - 2003 dipercaya sebagai Ketua Lembaga
Penelitian, tahun 2003 - 2005 menjadi Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian
kepada Masyarakat (LPPM), dan sejak 2005 terpilih menjadi Dekan FTM UPN
“Veteran” Yogyakarta.
SBK mempunyai hobi fotografi
dan menulis. Ia juga aktif mempresentasikan hasil penelitian-penelitiannya di
bidang hidrogeologi, longsoran, dan geologi bencana alam dalam berbagai
kesempatan pertemuan ilmiah baik di dalam maupun luar negeri.
Publikasi-publikasi ilmiahnya tidak terbatas di jurnal-jurnal saintifik,
melainkan juga di media-media cetak populer.
Organisasi profesi yang diikuti
SBK ialah IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia), IAH (Internasional Association
of Hydrogeologist), dan PAAI (Perhimpunan Ahli Airtanah Indonesia).
New Page 1
PROFIL : Prof Drs H. R. Bambang
Soeroto
Beliau lahir di
Ngawi, Jawa Timur, pada tanggal 17 November 1929, sore hari, menjelang maghrib.
Ketika lahir, beliau kalung usus. Menurut kepercayaan orang Jawa, bila seorang
bayi terlahir dengan kalung usus, maka pada saat dewasa kelak, ia akan menjadi
sosok yang luwes, pandai bergaul, dan selalu pantas (patut) bila mengenakan
pakaian jenis apapun. Sayangnya sebelum beranjak dewasa, yakni pada usia 3 tahun
Pak Bambang telah menjadi anak yatim, karena ayahanda meninggal dunia.
Pendidikan Pak
Bambang diawali dari sekolah H.I.S (Holland Inlandsche School) di jaman
penjajahan Belanda (setingkat S.D.), tahun 1936. Pada tahun 1939 beliau pindah
ke Blitar, dan sekolah di Johanes Gabriel School. Pendidikan menengah Pak
Bambang dijalani di SMP Negeri I Jember, dilanjutkan belajar di Sekolah
Pelayaran Tinggi (SPT) Cilacap. Pak Bambang kemudian pindah lagi ke Yogyakarta,
dan melanjutkan sekolah di SMA B II (Wah, ternyata, masa kecil beliau ini
berpindah-pindah ya?). Didorong oleh keinginannya untuk turut berjuang melawan
penjajahan, selanjutnya Pak Bambang mendaftarkan diri menjadi tentara, dan ikut
berperang, pada tahun 1945. Ketika itu beliau sebagai Tentara Pelajar, tergabung
dalam Batalyon 300 Yogyakarta.
Sebenarnya sejak
kecil Pak Bambang sudah tertarik dengan ilmu kebumian. Hal ini didorong oleh
rasa keingintahuannya yang besar terhadap apa yang telah dilakukan oleh Van
Bemmelen, karena pada waktu itu rumahnya berdekatan dengan tempat tinggal Van
Bemmelen. Meneer Bemmelen , seorang geolog Belanda, suka sekali mengumpulkan
balung buto (tulang-belulang manusia purba). Itulah sebabnya ketika
berkesempatan melanjutkan pendidikannya, Pak Bambang memilih memelajari geografi
di UGM, pada tahun 1950. Semula Pak Bambang mendaftar di Jurusan Teknik Kimia,
tetapi belum genap setahun, beliau pindah ke Jurusan Geografi Fisik Fakultas
Sastra dan Pedagogik. Beliau lulus tahun 1955.
Pak Bambang
menikah pada tahun 1952, dengan Ibu Sularsih, dikaruniai putra-putri bernama
Bambang Sutejo, Bambang Widiyatmojo, Tri Mustikowati, Bambang Wisaksono, Retno
Dyah Kusumastuti, dan Bambang Wahyu Cahyono. Pada Tahun 1963 Ibu Sularsih
meninggal. Pak Bambang menikah lagi dengan Ibu Moerti pada tahun 1964, dan
dikaruniai dua orang anak yaitu Diesna Kusumawati, dan Bambang Kuncoro Kartiko
Kusumo.
Pasca perang
kemerdekaan, Pak Bambang bersama dengan kawan-kawan seperjuangannya mulai
merintis pendirian sebuah perguruan tinggi, yang dimaksudkan sebagai monumen
aktif untuk mewadahi para bekas pejuang yang ingin melanjutkan studinya. Maka
berdirilah APN “Veteran” pada tahun 1958. Kemudian nama APN berubah menjadi PTPN
(Perguruan Tinggi Pembangunan Nasional), dan akhirnya menjadi UPN “Veteran” pada
tahun 1977. Semula UPN “Veteran” yang ada di Yogyakarta, Jakarta dan Jawa Timur
merupakan satu perguruan tinggi. Akan tetapi setelah ... UPN dipecah menjadi
tiga, ialah UPN “Veteran” Jakarta, UPN “Veteran” Yogyakarta, dan UPN “Veteran”
Jawa Timur, masing-masing dengan rektor berbeda. Pak Bambang menjadi rektor
sejak 1958 hingga 1993.
Pak Bambang
telah memperoleh gelar tertinggi dalam pendidikan sebagai profesor di bidang
geomorfologi pada tahun 1986. Berbagai penghargaan telah beliau terima.
Penghargaan yang baru saja beliau terima pada tahun 2007 dari Menteri Pendidikan
Nasional adalah Augraha Sewaka Winayaroha, karena jasa-jasa dan
pengabdian beliau di bidang pengembangan pendidikan tinggi.***
New Page 1
Kegiatan Dosen Geologi
Di PT KEM
Tenaga pengajar terdiri dari para dosen dengan strata pendidikan S2 dan S3 yang mempunyai kompetensi di bidang Ilmu Geologi dengan latar belakang keahlian seperti : Paleontologi-Stratigrafi, Sedimentologi, Geohidrologi, geologi teknik, geodinamik, petrologi, panasbumi, minyak dan gas bumi, Struktur, tektonik dlain-lain.

.Tenaga pengajar Geologi (ir.Joko Soesilo,MT) sedang mengikuti penyelarasan antara aktifitas lapangan di Kelian Equatorial Minning (KEM) Kalimantan Timur untuk bidang Geologi.
|
|